Masih ada jalan ke Hang Nadim

Bagi anda yang punya banyak waktu, pengen jalan-jalan dan kebetulan sedang terserang kanker (kantong kering), bisa mencoba trik saya untuk perjalanan mudik dari pulau Karimun – Malang.

Pesawat saya ke Surabaya depart pukul 15.30, jadi, setengah iseng, daripada menggunakan taxi, saya mencoba menggunakan Bus Pilot Project dari Sekupang – Hang Nadim.

Diiringin doa selamat dan enteng jodoh, saya berangkat dari kos menuju terminal kapal cepat Tanjung Balai jam 8.30am. Naik angkot warna biru yang ngepot tepat didepan idung saya. Cukup 3000 rupiah saja dan anda akan mendapatkan pelayanan penuh persahabatan khas Indonesia *cring

DSCF1297_035

Perjalanan ferry ini memakan waktu 60 menit dengan syarat gelombang laut tidak giras, bbm penuh, antrian lancar dan ban tidak bocor (ok-ok, saya becanda). Atau menjadi 180 menit jika syarat syah diatas ternyata dipenuhi. Alhamdulillah, sesuatu. Saran saya bagi yang suka mabuk laut, jika memungkinkan ambillah tempat duduk di daerah yang terbuka. Misal di bagian deck atas. Ini beneran lho, saya pernah melewati Selat Madura, Selat Bali dan Selat Sunda. Tapi hanya laut ini yang membuat saya mual.

Sampai di Terminal Ferry Sekupang, berjalan 500 meter keluar terminal, tersedia Bus (mirip busway di Jakarta) full ac jurusan Sekupang-Batam Center PP. Bus ini tersedia dari pagi sampai jam 17.00. Cukup dengan 3000 rupiah *cring, saya sampai dengan selamat di Batam Center.

Dan inilah dia Batam Center.

DSC_0019_037

Masjid agung Batam.

DSC_0021_038

Melihat climbing wall darah muda saya berdesir.

DSC_0009Setelah cape manjat (harap percaya :p) anda bisa langsung ikut bis lanjutan menuju ke Batu Aji (halte simpang Tiban) dari halte didepan Hotel Harris. Cukup 3000 rupiah *cring. Kemudian dari halte Simpang Tiban (Batu Aji), anda harus menyeberang jalan dulu menuju halte Bus Airport. Nah, ini dia masalahnya. Bus airport ternyata tidak selalu ada dalam interval satu jam. Dimasa transisi quo vadis ini, datanglah malaikat berbaju calo angkot dengan membawa berita dari surga. Bahwa! ternyata kita bisa ikut angkot yang kearah Punggur. Yes!. Lupakan bus airport yang lama itu. Beralihlah ke angkot Punggur dengan tarif bus bandara. 15.000 rupiah *cring!. Beres! 🙂

 Ok, daripada bingung, saya coba simpulkan iterarynya.

09.00 – 10.30 Ferry Balai – Sekupang

10.30 – 11.30 Bus Sekupang – Batam Center (3000,- *cring)

11.30 – 13.00 Ishoma, foto-foto di Batam Center

13.00 – 13.30 Batam Center – Batu Aji (3000,- *cring)

13.30 – 14.45 Ngaseng nungguin bus bandara

14.45 – 15.15 Ikut angkot jurusan Punggur ke Bandara (15.000,- *cring)

Jadi sebenarnya, kalau tidak dibarengi ama jalan-jalan+ngaseng, perjalanan Sekupang-Hang Nadim tidak lebih dari 2 jam 30 menit. Memang relatif lebih lama dibanding taxi dengan waktu tempuh 30 menit. Tapi dari segi harga, 21.000 terasa jauh lebih murah dan menyenangkan dibandingkan dengan 90.000 (ongkos taxi). Belum lagi jalan-jalan dan foto-fotonya 🙂

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

2 thoughts on “Masih ada jalan ke Hang Nadim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s