Candi Singosari ~ riwayatmu kini ~

Saya mungkin sudah mengunjungi candi ini berkali-kali sejak jaman permen karet Yosan masih beredar. Tapi ternyata, persepsi saya tentang candi ini banyak yang keliru. Satu contoh :

Persepsi Idan #1: Mengira candi ini dibangun sebagai tempat pendharmaan Raja Singosari pertama, Kertanegara.

Logika sejarah #1 *): Ternyata candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Syiwa dan simbolisasi konsep Samodramanthana (pengadukan lautan susu). Ini didasarkan atas temuan bahwa di Candi ini tidak ditemukan sumuran tempat menyimpan Garbhapatra dan ada saluran yang berfungsi sebagai jalur air Amerta (air suci) dari basuhan arca yang sudah dimantrai oleh Brahmana.

Persepsi Idan #2: Candi ini berfungsi juga sebagai taman untuk bersantai

Logika sejarah #2 : Tidak perlu logika. Jelas ngawur.

Ok-ok, karena saya bukan ahli sejarah, maka sok sejarahnya saya cukupkan sekian 🙂 – jangan lupa dikoreksi kalo ada yang salah ya.

Bangunan candi ini sudah tidak utuh. Mungkin hanya sekitar 80% saja yang tersisa. Duluu sekali, ketika kakek saya belum lahir, candi ini memiliki 4 puncak rendah dan 1 puncak tertinggi (Meru/Gaurisangkar) sebagai simbol puncak Kailasa/Surga para dewa. Sekarang puncak-puncaknya sudah hilang. Juga banyak bagian lain dari candi ini. Katanya dipake buat pengerasan jalan pas Jaman Hindia Belanda (so damn idiot).

Candirenggo

Lebih dekat, ketika anda menaiki undakan di Batur, anda akan bertamu hiasan muka Banaspati (Kirttimuka). Dari referensi yang saya baca, Banaspati ini diperintah Dewa Syiwa untuk menjaga tempat sucinya.

Setelah itu, anda akan memasuki ruangan utama. Didalamnya ada sebuah pedestal (landasan) yang sudah rusak. Mungkin dulunya landasan ini dibuat sebagai landasan arca Syiwa Bhairawa.

Banaspati Ruang pemujaan

Candi Singosari memiliki banyak ruangan-ruangan di sisinya. Namun yang berisi arca (arca Resi Agastya) hanya ruangan disebelah Selatan. Mungkin ruangan-ruangan itu dulunya pernah berisi arca, namun rusak atau hilang, atau memang mungkin sengaja dikosongkan.

Perhatian!disebelah kanan arca Resi Agastya bukan arca!!

Bersama Arca Resi Agastya  Arca-arca

BONUS :

Arca Dwarapala ini terletak sekitar 200  meter kearah Barat dari Candi Singosari. Legenda yang saya dengar semasa suka naik sepeda BMX, kedua arca ini muncul tiba-tiba dari dalam tanah lho. Mak jreng ketika terjadi lindu (gempa kecil) di daerah itu. Sarat mistis. Tapi menurut saya, meski bermuka rakshaha dan memakai aksesoris serba tengkorak, kedua Arca ini berkesan bersahabat. Mungkin karena fungsinya yang sebagai arca selamat datang. Gada yang dibawa juga menghadap kebawah. Friendly 🙂

Diperkirakan, dimana arca ini berada adalah pintu masuk kerajaan Singosari dulu. Sayangnya, sampai saat ini, sisa-sisa istana kerajaan Singosari tidak ada yang pernah menemukan.

 Arca Dwarapala SelatanArca Dwarapala Utara

Sekitar 500 meter kearah Timur Candi, bisa kita temui pemandian Watugede. Dari legendanya, dahulu kala tempat ini digunakan untuk pemandian putri-putri kerajaan. Salah satunya adalah Kendedes, yang saya yakin kecantikannya melebihi Cleopatra yang itu 🙂

Pemandian Watu Ulo

*) Referensi : Candi Singosari Oleh : Drs. Suwardono. Recommended book.

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

6 thoughts on “Candi Singosari ~ riwayatmu kini ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s