Ini nih, beda ta’aruf ama pacaran

Post ini saya ambil dari group Facebook SMA saya. Menghibur untuk dibaca.

Saya berpikir apa yang menyebabkan kita pacaran.

Apakah sekedar reaksi berantai dari memuncaknya produksi hormonal dalam tubuh?keinginan untuk berbagi dengan lawan jenis?.

Ataukah karena kebanggaan tersendiri karena pacar kita elok parasnya atau setidaknya predikat kita “sold out”?

Atau, sebegitu rendah kreatifitas kita sehingga tidak ada jalan lain untuk menjadi kreatif selain pacaran?

Hm..mungkin begitu dulu.

Fyi, saya pun mantan pacar dari seseorang sekitar 5-6 tahun yang lalu 🙂

PERBEDAAN TA’ARUF DAN PACARAN
Tujuan :
– taaruf (t) : mengenal calon istri/suami…, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
– pacaran (p) : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah …

Kapan dimulai
– t : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
– p : saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

Waktu
– t : sesuai dengan adab bertamu.
– p : pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa.

Tempat pertemuan

– t : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.

– p : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik.

Frekuensi pertemuan
– t : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.
– p : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu.

Lama pertemuan
– t : sesuai dengan adab bertamu
– p : selama belum ada yang komplain, lanjut !

Materi pertemuan
– t : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
– p : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

Jumlah yang hadir
– t : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
– p : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

Biaya
– t : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
– p : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

Lamanya
– t : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
– p : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

Saat tidak ada kecocokan saat proses
– t : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
– p : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.

Oleh : Abdurrahman,S.Ag

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

4 thoughts on “Ini nih, beda ta’aruf ama pacaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s