Gong xi fa cai, wishing prosperity this year!

Gong xi fa cai!

Hari ini saya merayakan Gong xi fa cai (baca: kong ci faa cay) atau Guo nian (baca : kuo niyen). Well, tidak benar-benar merayakan sih. Menikmati perayaan mungkin lebih tepatnya.

Dari referensi yang saya baca, Gong xi fa cai berarti selamat dan semoga banyak rejeki. Sedangkan Guo nian, berarti menyambut tahun baru, atau secara harafiyah : mengusir nian.

Perayaan ini biasa dilakukan di China daratan sana pas mulainya musim semi. Dan, kenapa mayoritas penuh dengan warna merah dan petasan?. Legendanya nih, ternyata pas musim panen dulu, ada monster setengah unicorn setengah singa bernama nian yang suka memakan ternak dan hasil panen para petani. Bahkan, kadangkala kalo doi merasa kurang kenyang, ni monster mulai memangsa manusia. Haup!. Nah, untuk mencegah hal itu biasanya para petani menaruh makanan di depan pintu. Harapannya, sang monster akan puas memakan makanan yang disediakan petani, kemudian pulang dengan hati riang.

Pada suatu hari yang kebetulan (opo iki), bung nian, sang monster sedang lapar. Turunlah doi ke desa. Diperjalanan, bung nian bertemu anak kecil unyu2 yang memakai pakaian merah. Entah kenapa, warna merah ternyata membangkitkan trauma memory bung nian yang hobi makan manusia ini. Asumsi penulis, waktu kecil bung nian pernah main korek api, trus tanpa sengaja membakar seisi rumahnya. Seluruh anggota keluarganya tewas ditempat. Jadilah dia fobia pada segala yang berkolerasi dengan api, termasuk warna merah api. Hehe. Ehem2, kembali ke laptop, bagai disengat, sang monster lari tunggang langgang lintang pukang. Para petani yang mengetahui ini kemudian mulai memakai warna merah sebagai simbol agresi terhadap bung nian. Tidak hanya itu, mereka bahkan menyulut petasan untuk menakut-nakuti bung nian. Sejak saat itu, bung nian tidak berani turun lagi ke desa. Bahkan kabarnya, dia ditangkap oleh seorang Pendeta Tao dan dijadikan kendaraan (kesian..). Dan, negeripun aman dan tenteram kembali. Guo nian pun dirayakan tiap tahun.

Foto dibawah adalah klenteng yang terletak di Tanjung Balai Karimun. Indah bukan? :). Saya berkesempatan masuk (untuk kedua kali, di dua klenteng yang berbeda) dengan keramahan dan ijin memotret dari engkoh penjaganya.

 klenteng2 klenteng

Ini adalah foto anjing fu (sejenis nian tapi tidak bertanduk). Saya suka kegagahannya. Perlambang mirip hewan singa ini difungsikan sebagai penjaga kuil. Biasanya diletakkan di pintu masuk kuil. Mirip arca Dwarapala kalo di sistem kerajaan Hindu jaman dahulu. Apabila lengkap dengan bola yang dikalunginya dan mulut terbuka, berarti dia adalah singa jantan. Singa betina biasanya digambarkan sedang mengasuh anak. Simbol ini saya temukan terlekan di altar pemujaan didalam klenteng.

nian

Kemudian yang selalu menarik berikutnya adalah Naga. Simbol dari kemakmuran, kebajikan, kesuburan dan rejeki.

dragon

Well, meskipun saya pernah baca legenda asal muasalnya shio itu dimulai dari menangnya lomba oleh tikus (yang menumpang di pundak kerbau), tapi saya selalu respect terhadap simbol ini.

Anyway, Gong xi fa cai 🙂

Tahun depan saya akan ikut merayakan aah 🙂

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s