BERKOMPETISI DALAM AMAL

Rabu, 17 Ramadhan 1437 H
BERKOMPETISI DALAM AMAL

“Di tiap amalku, aku selalu mencoba untuk bisa mengalahkan Abu Bakar”
Adalah beliau putra Al Khottob, ‘Umar Ra selalu berusaha mengungguli Abu Bakar Ra dalam setiap amal kebaikan.

Seperti kemudian dikisahkan oleh Abdurrahman As Syarqawi dalam Al Khilafatul Ula :

Suatu ketika, seusai Shalat Subuh berjamaah, Rasulullah ِﷺ membalikkan badan menghadap jamaah yang hadir. Senyumnya terkembang. Wajahnya teduh. Sambil menatap lembut para sahabatnya, beliau bertanya :

“Siapa gerangan yang pagi ini dalam keadaan berpuasa?”

“Ya Rasulallah, semalam aku tidak berniat puasa, maka hari ini aku tidak puasa” jawab ‘Umar Ra

Sang Nabi mengangguk pada ‘Umar, lalu berpaling kepada Abu Bakar dengan senyum yang semakin lebar. Yang ditatap tertunduk malu.

“Semalam aku juga tidak berniat puasa ya Nabiyallah” sahut Abu Bakar. “Tetapi aku shiyam pagi ini, insyaAllah”

“Alhamdulillah” tukas Sang Nabi dengan wajah bercahaya.

“Kemudian, siapakah yang telah menjenguk orang sakit pagi ini?” lanjut beliau.

‘Umar menjawab “Ya Rasulallah, kami belum keluar sama sekali sejak selesai Shalat. Bagaimana kami bisa menjenguk orang sakit?”. Kali ini hadirin menggumam dan mengangguk-angguk tanda setuju.

“Adalah Abdurrahman Ibn ‘Auf ya Rasul, sedang dalam keadaan sakit” jawab Abu Bakar tersipu-sipu. “Maka dalam perjalanan kemari aku sempatkan menjenguknya”

“Segala puji bagi Allah” sambung Nabi Allah sambil menganggukkan kepala. “Lalu siapakah yang sudah memberi makan fakir miskin hari ini?”

“Kami semua berada di masjid ini sejak sembahyang berjama’ah tadi ya Rasulallah, kami belum sempat berderma” kembali ‘Umar menyambut. Kali ini sambil melirik Abu Bakar yang semakin menunduk. Harap harap cemas ‘Umar menanti Abu Bakar berbicara. Agaknya, kali ini Abu Bakar pun diam. Suasana jadi hening.

“Bicaralah hai Abu Bakar!” sabda Sang Nabi memecah hening

Abu Bakar tetap menunduk. “Aku malu ya Rasulallah” katanya celingukan seperti tertuduh yang tidak bisa mengelak. “Memang tadi diluar masjid kulihat seorang fakir sedang duduk menggigil. Di genggaman putraku ‘Abdurrahman ada sepotong roti. Maka kuambil ia dan kuberikan pada lelaki kelaparan itu”

“Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.. ” kata Sang Rasul takjub. Beliau tampak lega. Beliau tampak bangga

*disarikan dari buku dalam dekapan ukhuwah #Salimafillah dengan sedikit perubahan kalimat.

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s