Doa dan Shalawat Nabi Versus Nyanyian Anak di PAUD

Hamzah, siswa PAUD usia 3.8 tahun akhirnya tertidur. Setelah diancam emaknya kalau mainan barunya (hewan-hewan kecil dari karet) akan dikembalikan ke Taman Safari kl tidak segera tidur.

Yang menarik, sejak perjalanan dari Kepanjen hingga mau masuk pintu Tol Pandaan menuju Jombang, dia bersenandung untuk menghilangkan kantuknya. 

لا إله إلا الله , الملك الحق المبين , محمد الرسول الله , صادق الوعد الأمين 

Kalau dipikir kasihan juga diancam begitu, apalagi sepanjang jalan juga berdzikir. Tapi kalau tidak segera tidur siang kasihan juga nanti kecapekan.

Hamzah hampir tidak pernah diajari menyanyi. Satu-satunya lagu anak yang diketahuinya hanya lagu naik kereta api. Jika kemudian dia menonton tayo dan bersenandung irama tayo, maka segera diberitahu jika menyanyi lagu tayo, tidak dapat pahala. Untuk dapat pahala, kami rubah liriknya menjadi shalawat nabi.  Win win solution, dia bisa melagukan iramanya, plus bershalawat karena redaksi lagunya adalah shalawat kepada Nabi. Yang lucu, setiap kali abahnya atau kakeknya menyanyi lagu umum dia segera teriak : bah, itu kan gak dapat bahala (pahala)!! 

Semoga shalawat nabi lebih banyak diajarkan di PAUD.

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s