BOLEH seorang muslim masuk gereja!!

Ketika mulai mengetik ini, saya benar-benar sedih. Sampai sejauh mana para ulama dan pemimpin umat ini mau mengadu domba ummat. Mengeluarkan fatwa mengenai syariat, ternyata yang diucapkan keliru. Saya memaklumi sebagai manusia, adakalanya khilaf. Maka saya sangat menghargai kalau beliau meminta maaf secara jantan. Bukannya menyadari kalau ternyata fatwanya salah lalu membiarkan umat saling serang.

Lalu bolehkah orang Islam masuk gereja?tidak hanya gereja, bagaimana dengan masuk ke candi borobudur, prambanan dan tempat wisata lainnya?

Ulama bersepakat haram (Sarwat, 2012) jika sedang dilakukan ibadah di dalamnya. Maksudnya disini adalah kita mengikuti ibadah mereka. Dalilnya sebagai berikut:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلاَ أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلاَ أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ وَلاَ أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafirun : 1-6)

Lha kalau tidak sedang ibadah?kesepatakan ulama memperbolehkan. Namun ulama madzab berbeda pendapat mengenai ini. Tidak ada yang mutlak mengharamkan.

Ulama madzab Maliki dan Hambali : BOLEH. Dasarnya, Rasulullah pernah sholat di Ka’bah ketika ka’bah masih dikelilingi 360 berhala. Rasul juga pernah shalat di Masjidil Aqsha ketika Isra’ Mi’raj, padahal saat itu Masjid Al Aqsha digunakan sebagai tempat ibadah nasrani.

Sebagian ulama madzab Syafi’i dalam mausu’ah fiqh kuwait tidak membolehkan masuk tempat ibadah umat lain bukan karena apa-apa, mereka tidak membolehkan masuk jika tidak diizinkan oleh pengurus nya! Sebagian ulama Syafi’i lainnya justru membolehkan meskipun tidak ada izin (Hosen, 2019)

وَذَهَبَ بَعْضُ الشَّافِعِيَّةِ فِي رَأْيٍ إِلَى أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ لِلْمُسْلِمِ دُخُولُهَا
‎إِلاَّ بِإِذْنِهِمْ، وَذَهَبَ الْبَعْضُ الآْخَرُ فِي رَأْيٍ آخَرَ إِلَى أَنَّهُ لاَ يَحْرُمُ دُخُولُهَا بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ

    Maka sungguh keterlaluan apa yang keluar dari lisan tokoh agama sekaliber engkau wahai ustadz. Dikesempatan itu, beliau sang tokoh agama ini menghina sebuah film yang katanya tidak syar’i namun dilain kesempatan mempromosikan film yang sama-sama bertemu mata dan berkhalwat para aktor dan aktrisnya! lalu dimana letak keadilanmu?

Saya doakan semoga engkau hanyalah khilaf. Semoga engkau selamat dari fitnah dunia, kedudukan dan sanjungan.

Wallahu’alam bisshowab,

Referensi:

Sarwat, A (2012). Hukum Muslim Masuk Gereja. Dikutip dari https://rumahfiqih.com/x.php?id=1164251977

Hosen, N. (2019). Bolehkah muslim masuk ke gereja?. Dikutip dari https://nadirhosen.net/tsaqofah/syariah/bolehkah-muslim-masuk-ke-gereja

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s