Arwana swim bladder problem yang membuat ikan tidak bisa mengambang / tidak bisa menyelam

Saya ingin sharing pengalaman mengobati arwana yang terkena swim bladder disease atau masalah di gelembung renangnya. Masalah ini banyak diulas web Indonesia, tp isinya copy paste yang kontennya sama. Jadi saya banyak mengambil referensi dari web luar.

Sebagian besar orang/peneliti berpendapat bahwa swim bladder ini tidak dapat disembuhkan atau sangat sulit disembuhkan. Tapi ikan saya ternyata selamat dan bisa berenang normal kembali dalam 5 hari.

Ikan yang terkena penyakit ini biasanya memiliki perilaku sebagai berikut.

1. Jika swim bladder membengkak dan terisi udara maka ikan akan mengapung dan kesulitan untuk menyelam (seperti ikan saya)

2. Jika swim blader menciut, maka ikan akan tenggelam dan kesulitan menuju permukaan.

Jika semakin parah penyakit ini, maka ikan bisa terbolak balik (up side down) atau terlentang. Lama-lama jika tidak ditangani dengan benar maka ikan akan mati mengenaskan.

Dalam kasus ikan saya kronologinya sbb.

1. Air akuarium sudah kotor. Saya ganti air 80 persen dengan air galon asli merk Club. Setelah penggantian ikan masih normal dan semangat mengejar ikan2 guppy kecil makanannya.

2. 24 jam setelah penggantian, ikan mulai berenang nungging 45 derajat. Kepala dibawah, ekor diatas

3. 4 jam kemudian ikan menggantung. Kepala diatas, ekor dibawah. Ikan diam menggantung tidak aktif

4. 10 jam kemudian air saya kurangi hingga tinggal 4 kali tinggi badan ikan.

5. Ikan semakin diam dan seluruh punggung bagian atas muncul ke permukaan. Ikan masih bisa berenang gesit jika dikagetin, tp beberapa detik kemudian diam lagi. Ikan berusaha keras untuk menyelam tapi tidak bisa menyelam, seperti gabus stereofoam yang ditekan keair lalu muncul lagi kepermukaan.

Kenapa bisa terjadi masalah pada swim bladder ini? Berikut ini analisa dan tindakan saya.

1. PH air terlalu tinggi. Saya tidak cek PH air sebelum dan sesudah mengisi air. Ketika saya cek, PH air baru tersebut 8.4 karena air galon club memiliki PH 8.5. Ikan normal biasanya PH 6.5 – 8. Air akuarium langsung saya isi kembali pakai air PDAM tampungan hingga PH menjadi 7.5. Menambah air PDAM ini harus bertahap selang beberapa jam agar PH tidak berubah secara drastis.

2. Beri garam ikan. Setelah PH air normal, tambahkan garam ikan dgn ukuran 1 sendok makan per 20 liter untuk menjaga osmositas cairan dalam ikan.

3. Batu hias yang kotor. Ketika mengurangi air lama, saya perhatikan akuarium sangat kotor karena kotoran yang tersembunyi di bawah batu batu hias menyembul dan teraduk aduk. Saat itu pasti kadar oksigen sangat rendah dan banyak racun yang teraduk. Batu hias saya singkirkan dan tidak dipakai kembali.

4. Bakteri dan virus. Saya memberi makan dengan ikan molly, guppy dan cere. Makanan ini sebenarnya tidak bagus menurut banyak orang karena bisa saja membawa penyakit. Apalagi yang tangkapan liar. Udang yang tidak segar dan terlalu lama di kulkas juga berpotensi membawa penyakit. Ikan saya juga baru makan ikan guppy dan udang sebelum dia teler mengapung apung. Untuk mengatasi ini, saya pakai bubuk kuning merk Pomate sesuai dosis (awas jangan kelebihan!), dan antibiotik cefixime 30 gram per 30 liter air. Kalau bisa obat2 tersebut dikurangi dosisnya kalau memang merasa ikan masih cukup sehat. Ganti air 75% setiap hari plus diberi obat.

5. Puasa. Selama pemberian obat, ikan jangan diberi makan dan filter mekanis dilepas.

6. Turunkan level air dan nyalakan arus. Turunkan level air maksimal 2 kali tinggi badan ikan. Arus saya nyalakan baru dihari kelima saat saya rasa si ikan tidak ada perubahan signifikan setelah dikasih obat. Saran dari kawan yang sarjana perikanan, arus tidak boleh dinyalakan agar ikan tenang. Tapi karena gregetan liat ikan bengong terus, arus saya nyalakan saja. Si ikan akhirnya terpaksa berenang. Arus saya nyalakan selama 10 jam. 4 jam berikutnya ikan sudah mulai renang normal sekalipun beberapa kali masih bengong dan ngambang.

Secara ringkas, pengobatan ikan mengapung ini sebagai berikut.

1. Ganti air kotor dgn air bersih yg sesuai setiap hari selama pengobatan

2. Turunkan level air

3. Beri obat dan garam ikan, recycle tiap hari

4. Beri arus jika dirasa perlu

Demikian. Semoga membantu!

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s