WALI PAIDI (Eps 1) Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah

Ini kisah yang menurut saya sangat menyegarkan jiwa. Jangan lupa kirim fatihah bagi wali paidi dan penulisnya yang sama sama anonim.

Wali paidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, dia anak terakhir,kakaknya yg pertama namanya sholeh, dan sekarang dia jadi kiai di daerah Kediri, punya pondok salaf kecil, yg hanya ramai ketika bulan ramadlan, sudah menjadi budaya kalau bulan ramadlan banyak santri dari pondok lain yg ngaji posoan hanya untuk menghatamkan beberapa kitab, karena kalau ngaji pas bulan ramadlan ngaji kitabnya super cepat yg bertujuan memang untuk menghatamkan bukan untuk kepahaman.

Wali Paidi (Eps : 01) Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah

Dikisahkan setiap tgl 10 arofah ada perkumpulan 40 wali diatas gunung di daerah makkah, 40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah makkah ini (maaf tempat dirahasiakan) yg datang ada yg terbang, ada yg naik sajadah sprti aladin, ada yg muncul dari dlm perut bumi, ada yg naik burung, ada yg cling tiba-tiba sudah di tempat.

Acara tahunan ini, (semacam reuni) yg di pimpin langsung oleh king of the king Sulthonul Aulia (gak pake pohan) rajanya para wali yg setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini. Diatas bukit mulai terdengar dentuman2 lantunan dzikir yg terpancar dari hati mereka, diatas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini dgn hembusan angin yg sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil (Al-hamdulillah malaikate iki yo NU). Tampak di kejauhan di bawah bukit ada orang yg tdk terlalu tua tampak tertatih2 dan sangat kesulitan mencoba menaiki bukit, berbeda dgn wali2 yg datang sebelumnya, seorang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit dgn tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yg terjal dan berliku, kadang dia berhenti sebentar tuk mengatur pernafasannya lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi, setelah sampai dipuncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersenggal- senggal kecapekan. pakaiannya biasa. jubah putih yg agak kecoklatan agak kotor,, walaupun kelelahan wajahnya selalu tersenyum, dari wajahnya bisa dikatakan orang ini gak gampang meremehkan orang lain, tawadhu dan sopan… Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini, Suasana tiba-tiba hening, satu persatu para wali menyalami orang ini dgn penuh hormat dan takdzim…

”Ahlan wa sahlan ya habibullah ya Sulthanul Aulia…” ucap mereka.

Eh… ternyata orang yg tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali, keramatnya dan kesaktiannya seakan tidak ada sama sekali….

”Tolong panggilkan paidi orang indonesia itu suruh kesini…” ucap sang sultonul aulia’ kpd para wali disela-sela kerumunan para wali.

Munculah seorang pemuda dgn jas layaknya tentara dan peci hitam yg agak tinggi, dari wajahnya terlihat kalo paidi ini pemuda yg kocak, dgn wajah cengar-cengir pemuda ini mendekati sang sultan aulia dan mencium tangannya, setelah wali paidi ini menghadap. sang sulthon ini berkata kpdnya, ”Di…. Paidi sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..”

Hehehe… ternyata wali yg kemana2 bawa rokok dan kopi hanya wali dari indonesia….

Idanisme

Bapak (baru) satu putra yang kadang kadang nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s